Minggu, 30 Oktober 2011

apa yang akan kamu lakukan dengan uang Rp 10 juta bagi lingkungan?


Yang akan saya lakukan apabila saya mendapat uang 10 juta untuk membantu sekitar saya adalah dengan program “5 juta untuk lingkungan dan 5 juta untuk lapangan kerja sosial”. Mungkin bahasa saya pada judul di atas, terdengar asing dan agak membingungkan. Sebelumnya, saya akan menjelaskan apa maksud judul di atas. 5 juta rupiah untuk lingkungan artinya bahwa saya ingin menyumbangkan 5 juta yang diberikan kepada saya, secara penuh digunakan untuk lingkungan sekitar.



Alasan saya mengangkat masalah ini adalah semakin banyaknya jumlah sampah yang dibuang secara sembarangan. Padahal, seperti kita ketahui bersama bahwa sampah-sampah, baik organik maupun anorganik, sangat mencemari lingkungan dan membuat hewan-hewan air menjadi mati. Pembuangan sampah organik dapat mencemari lingkungan karena mikroorganisme pengurai sampah organik, mengambil oksigen (O2) dalam air, sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi sedikit dan akhirnya hewan-hewan yang hidup di dalam air menjadi kekurangan oksigen. Sedangkan sampah anorganik mencemari lingkungan karena sampah plastik sangat sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme dan memakan waktu yang lama. Sehingga, sampah anorganik menjadi menumpuk dan menyumbat sungai. Sehingga terjadilah banjir dimana-mana. Sampah dimana-mana. Banyaknya wabah penyakit yang menyerang masyarakat. Dan kesejahteraan yang menjadi salah satu tujuan yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, tidak tercapai. Dan 5 juta lainnya akan saya manfaatkan untuk lapangan kerja bagi orang-orang yang kurang mampu. Hal ini sangat penting karena banyaknya jumlah pengangguran yang semakin meningkat setiap tahunnya dan ketatnya persaingan, menyebabkan masyarakat menjadi lebih cenderung untuk mendapatkan uang secara instan, walaupun hal itu merugikan orang di sekitar. Dengan demikian, angka kriminalitas makin tinggi dan kesejahteraan sosial makin sulit untuk dicapai.


Melihat masalah-masalah diatas, saya sangat tertarik untuk menuangkan gagasan saya berupa ide-ide yang diharapkan dapat direalisasikan dan dapat membantu lingkungan sekitar, walaupun dengan hal yang kecil. Menurut saya, untuk masalah yang pertama, saya ingin mengembangkan metode sampah organik dan anorganik. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini sudah biasa. Tetapi, saya berharap sekali agar sistem sampah organik dan anorganik direalisasikan.


Pertama, dibuat tempat khusus penampungan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik sendiri dibagi lagi menjadi 3, yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan sampah campuran (sampah-sampah air dan sampah lain yang tidak bisa digolongkan ke dalam dua jenis sampah tadi). Tempat khusus ini memiliki perbandingan antara sampah organik dan anorganik adalah 1:1. Penampungan untuk sampah anorganik, dibagi menjadi 3 bagian yang sama. Ruang lingkup yang dipakai sebagai contoh adalah di suatu perumahan. Untuk memudahkan pemisahan, sebaiknya dibeli 2 tempat sampah, anorganik dan organik, yang diletakkan merata di setiap rumah dan di setiap tempat yang dianggap perlu adanya tempat sampah. Kegiatan ini seperti sistem piket di kelas, yaitu sistem giliran di setiap rumah. Agar rencana pembuatan tempat penampungan dan pengolahan sampah ini tidak menjadi hal yang bersifat tidak jalan atau tidak beroperasi, maka perlu dibuatkan suatu peraturan tegas dari masyarakat bahwa jika ada orang dari anggota perumahan tersebut yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sangsi, dan yang tidak membuang sampah pada tempat seharusnya (misalnya: sampah daun dibuang di tempat sampah anorganik), akan diberikan sangsi. Sangsi yang diberikan pun lebih baik apabila sangsi yang mendukung kegiatan pengolahan sampah terpadu ini. Misalnya: bagi yang melanggar diberikan sangsi berupa tugas memisahkan sampah organik dan anorganik selama beberapa hari.


Setelah tempat-tempat sampah telah penuh, sekarang sampah-sampah tersebut tiba waktunya untuk dipisahkan. Pisahkan sesuai jenis sampah. Untuk sampah plastik nantinya akan dikumpulkan menjadi satu dan akan dijual. Untuk saampah kertas, juga akan dijual. Dan untuk sampah campuran akan dikumpulkan dan dibuang ke TPA. Uang hasil penjualannya akan digunakan untuk memfasilitasi tempat sampah dan untuk membeli bibit pohon, yang akan ditanami di sekitar lingkungan sekolah. Atau bila pohon di sekolah cukup, ada baiknya bila diadakan kegiatan penghijauan sekolah di suatu tempat yang gersang. Sehingga, tempat tersebut menjadi hijau, asri dan rindang.


Untuk sampah organik akan diolah dengan metode tertentu, sehingga didapatkan hasilnya yaitu berupa pupuk, yang akan digunakan untuk menyuburkan tanaman di area sekolah.

Saya rasa, uang 5 juta tersebut cukup untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Sisa 5 juta yang lain, saya memiliki ide berupa modal berwirausaha untuk para pemulung. Tetapi, sebelumnya telah kita bekali tentang pengetahuan mengenai berwirausaha. Wirausaha ini dibidang penjualan mainan anak-anak. Dalam hal ini, diperlukan pengawasan dari pemerintah agar usaha ni dapat berjalan dengan baik dan lancar.

0 komentar:

Home

Minggu, 30 Oktober 2011

apa yang akan kamu lakukan dengan uang Rp 10 juta bagi lingkungan?


Yang akan saya lakukan apabila saya mendapat uang 10 juta untuk membantu sekitar saya adalah dengan program “5 juta untuk lingkungan dan 5 juta untuk lapangan kerja sosial”. Mungkin bahasa saya pada judul di atas, terdengar asing dan agak membingungkan. Sebelumnya, saya akan menjelaskan apa maksud judul di atas. 5 juta rupiah untuk lingkungan artinya bahwa saya ingin menyumbangkan 5 juta yang diberikan kepada saya, secara penuh digunakan untuk lingkungan sekitar.



Alasan saya mengangkat masalah ini adalah semakin banyaknya jumlah sampah yang dibuang secara sembarangan. Padahal, seperti kita ketahui bersama bahwa sampah-sampah, baik organik maupun anorganik, sangat mencemari lingkungan dan membuat hewan-hewan air menjadi mati. Pembuangan sampah organik dapat mencemari lingkungan karena mikroorganisme pengurai sampah organik, mengambil oksigen (O2) dalam air, sehingga kandungan oksigen dalam air menjadi sedikit dan akhirnya hewan-hewan yang hidup di dalam air menjadi kekurangan oksigen. Sedangkan sampah anorganik mencemari lingkungan karena sampah plastik sangat sulit untuk diuraikan oleh mikroorganisme dan memakan waktu yang lama. Sehingga, sampah anorganik menjadi menumpuk dan menyumbat sungai. Sehingga terjadilah banjir dimana-mana. Sampah dimana-mana. Banyaknya wabah penyakit yang menyerang masyarakat. Dan kesejahteraan yang menjadi salah satu tujuan yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945, tidak tercapai. Dan 5 juta lainnya akan saya manfaatkan untuk lapangan kerja bagi orang-orang yang kurang mampu. Hal ini sangat penting karena banyaknya jumlah pengangguran yang semakin meningkat setiap tahunnya dan ketatnya persaingan, menyebabkan masyarakat menjadi lebih cenderung untuk mendapatkan uang secara instan, walaupun hal itu merugikan orang di sekitar. Dengan demikian, angka kriminalitas makin tinggi dan kesejahteraan sosial makin sulit untuk dicapai.


Melihat masalah-masalah diatas, saya sangat tertarik untuk menuangkan gagasan saya berupa ide-ide yang diharapkan dapat direalisasikan dan dapat membantu lingkungan sekitar, walaupun dengan hal yang kecil. Menurut saya, untuk masalah yang pertama, saya ingin mengembangkan metode sampah organik dan anorganik. Mungkin bagi sebagian orang, hal ini sudah biasa. Tetapi, saya berharap sekali agar sistem sampah organik dan anorganik direalisasikan.


Pertama, dibuat tempat khusus penampungan sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik sendiri dibagi lagi menjadi 3, yaitu sampah plastik, sampah kertas, dan sampah campuran (sampah-sampah air dan sampah lain yang tidak bisa digolongkan ke dalam dua jenis sampah tadi). Tempat khusus ini memiliki perbandingan antara sampah organik dan anorganik adalah 1:1. Penampungan untuk sampah anorganik, dibagi menjadi 3 bagian yang sama. Ruang lingkup yang dipakai sebagai contoh adalah di suatu perumahan. Untuk memudahkan pemisahan, sebaiknya dibeli 2 tempat sampah, anorganik dan organik, yang diletakkan merata di setiap rumah dan di setiap tempat yang dianggap perlu adanya tempat sampah. Kegiatan ini seperti sistem piket di kelas, yaitu sistem giliran di setiap rumah. Agar rencana pembuatan tempat penampungan dan pengolahan sampah ini tidak menjadi hal yang bersifat tidak jalan atau tidak beroperasi, maka perlu dibuatkan suatu peraturan tegas dari masyarakat bahwa jika ada orang dari anggota perumahan tersebut yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sangsi, dan yang tidak membuang sampah pada tempat seharusnya (misalnya: sampah daun dibuang di tempat sampah anorganik), akan diberikan sangsi. Sangsi yang diberikan pun lebih baik apabila sangsi yang mendukung kegiatan pengolahan sampah terpadu ini. Misalnya: bagi yang melanggar diberikan sangsi berupa tugas memisahkan sampah organik dan anorganik selama beberapa hari.


Setelah tempat-tempat sampah telah penuh, sekarang sampah-sampah tersebut tiba waktunya untuk dipisahkan. Pisahkan sesuai jenis sampah. Untuk sampah plastik nantinya akan dikumpulkan menjadi satu dan akan dijual. Untuk saampah kertas, juga akan dijual. Dan untuk sampah campuran akan dikumpulkan dan dibuang ke TPA. Uang hasil penjualannya akan digunakan untuk memfasilitasi tempat sampah dan untuk membeli bibit pohon, yang akan ditanami di sekitar lingkungan sekolah. Atau bila pohon di sekolah cukup, ada baiknya bila diadakan kegiatan penghijauan sekolah di suatu tempat yang gersang. Sehingga, tempat tersebut menjadi hijau, asri dan rindang.


Untuk sampah organik akan diolah dengan metode tertentu, sehingga didapatkan hasilnya yaitu berupa pupuk, yang akan digunakan untuk menyuburkan tanaman di area sekolah.

Saya rasa, uang 5 juta tersebut cukup untuk memfasilitasi kegiatan ini.

Sisa 5 juta yang lain, saya memiliki ide berupa modal berwirausaha untuk para pemulung. Tetapi, sebelumnya telah kita bekali tentang pengetahuan mengenai berwirausaha. Wirausaha ini dibidang penjualan mainan anak-anak. Dalam hal ini, diperlukan pengawasan dari pemerintah agar usaha ni dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Tidak ada komentar: